Langsung ke konten utama

Pra Karya dan Kewirausahaan - Kerajinan Bahan Tekstil

Kriya tekstil adalah karya kerajinan tangan dari barang-barang hasil tenunan. Merupakan pengertian Kriya tekstil menurut A. K. Muda.

Jenis produk Kriya tekstil terbagi menjadi 2 kelompok yaitu : Benda Hias dan Benda Pakai.

Kriya adalah pengalaman estetik yang diwujudkan melalui kegiatan kreatif yang menghasilkan karya yang indah.

Suatu benda yang dikatakan memiliki nilai seni estetis, harus merupakan kesatuan dan perpaduan dari unsur-unsur pembentuk nya secara baik dan sempurna. Adalah karakteristik yang harus dimiliki seni, yang disebut Unity

Rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau penciptaan karya seni adalah Desain

Unsur yang harus dimiliki seni adalah Unity, Complexity, Intensity

Cara menyusun dekoratif adalah By Colour and Pattern, By Contruction Details, By Decorative Trims

Contoh By Colour and Pattern adalah Batik, Tapis, Tapestry, Songket

Contoh By Construction Details adalah Quilting, Shiring, Smoking, Pintucs

Memahami sebuah peluang, kemudian mewujudkan menjadi satu usaha yang mendatangkan nilai dan laba dalam jangka waktu lama merupakan definisi dari Kewirausahaan

Keberanian seseorang untuk memulai suatu usaha atas kekuatan sendiri disebut dengan Wirausaha

Desain yang ditujukan untuk memperkaya keindahan permukaan kain dan dilakukan setelah proses pembuatan tekstil/kain selesai disebut Desain Permukaan

Desain produk tekstil sebelum finishing dapat dikelompokkan dalam desain Struktur

Contoh Hasil Kerajinan Tekstil dengan Desain Struktur yaitu Tenun, Jalinan Renda, Anyaman Pita, dan Jeratan Knitting

Proses mengandung sebuah nilai pengertian sebagai Metode

Berikut merupakan tujuan dari proses produksi kerajinan tekstil, kecuali Menambah Warna

Pada Teknik kerajinan ikat celup, bahan yang berfungsi membentuk corak/ragam hias adalah Perintang

Pada pembuatan kain batik, pelepasan lilin dari kain dilakukan dengan cara Pencelupan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Preparing Anaconda with Tensorflow [ACTUALLY WORKED FOR ME 2024]

Make sure to follow this with perfect order: 1. conda create -n tf_gpu tensorflow-gpu 2. conda activate tf_gpu 3. pip install numpy==1.23.4 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 4. pip install tensorflow-gpu==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 5. pip install tensorflow==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] (You may skip the first two test, but it helps ensure your environment is set up right)   TRIVIA: - There's no 2.11 version of Tensorflow GPU on pip as shown below: ERROR: Could not find a version that satisfies the requirement tensorflow-gpu==2.11 (from versions: 2.5.0, 2.5.1, 2.5.2, 2.5.3, 2.6.0, 2.6.1, 2.6.2, 2.6.3, 2.6.4, 2.6.5, 2.7.0rc0, 2.7.0rc1, 2.7.0, 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3, 2.7.4, 2.8.0rc0, 2.8.0rc1, 2.8.0, 2.8.1, 2.8.2, 2.8.3, 2.8.4, 2.9.0rc0, 2.9.0rc1, 2.9.0rc2, 2.9.0, 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3, 2.10.0rc0, 2.10.0rc1, 2.10.0rc2, 2.10.0rc3, 2.1...

Prof Ashari, Tangan Dingin Sang Rektor Visioner

Tulisan ini dipersembahkan kepada Prof  Dr Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU,  AEng. yang merupakan rektor ke-12 ITS, periode 2019-2024. Seluruh tulisan ini berupa pandangan saya pribadi, sebagai ucapan terima kasih, meski disajikan seakan penuh kritikan pada bagian awalnya. Pertama saya mengenal nama ini, saya ingat dari salah satu dosen saya sewaktu saya masih menempuh sarjana. Saya lupa persis kapan, tetapi saya diperkenalkan tentang bagaimana visionernya Prof Ashari dan sedikit cuplikan peran beliau membangun Telkom University di Bandung. Ya, sebelum beliau dinobatkan sebagai rektor, saya berpikir bahwa 'apabila beliau jadi, sepertinya akan berpotensi revolusioner, atau bakal agak ekstrem dalam kebijakan'. Bagi saya, itu cukup menarik, tetapi ada ketakutan di benak saya dengan potensi ekstrem kebijakan beliau. Kala beliau dinobatkan sebagai rektor terpilih, Prof Ashari langsung bergerak cepat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat langkah beliau. Saya masih ingat, d...

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...