Langsung ke konten utama

Storyboard Undertale


Nama : Muhammad Daffa Abiyyu Rahman
NRP : 07211640000010
Storyboard Undertale
Undertale adalah sebuah permainan yang menceritakan pertualangan tentang seorang manusia dengan gender tidak terdentifikasi (permainan mereferensikan dengan ‘mereka (they/them)’, bukan ‘dia (laki-laki)/him’ maupun ‘dia (perempuan)/her’ (selanjutnya disebut karakter) yang terjatuh di sebuah gua dalam gunung.

Di Undertale, ada sebuah karakter yang namanya dapat ditentukan oleh player. Pada saat permainan dimulai, karakter akan berada diatas sebuah kumpulan bunga. Karakter ini bergerak sesuai arah arrow key yang ditekan pemain dan akan bertemu dengan berbagai karakter lain di permainan.

Saat karakter ini mendekati sebuah objek, karakter ini dapat berinteraksi dengan objek tersebut dengan pemain menekan sebuah tombol. Interaksi dengan objek akan sangat bergantung dengan objek yang diinteraksi oleh karakter. Interaksi ini memungkinkan pemain untuk membuka pintu, mematikan perangkap, menyalakan switch dan lain sebagainya. Satu aspek penting terkait dengan interaksi ini adalah dengan bintang yang berada di lokasi tertentu.

Objek bintang adalah tempat save point, dimana data progress permainan akan disimpan pada file permainan saat pemain berinteraksi dengan bintang tersebut. Bintang juga menjadi objek dimana pemain akan hidup kembali jika mereka mati dalam permainan.

Selain berinteraksi, karakter ini juga dapat bertarung dengan karakter lain (selanjutnya disebut lawan) di permainan, dimana pertarungan dimulai dengan ditandai sebuah tanda hati merah (atau tanda lain pada situasi tertentu).

Pada fase ini, layar pemain akan berubah menjadi layar pertarungan, yang menampilkan lawan dari pemain dan sekumpulan menu aksi sang pemain.
Setiap menu berperan untuk melakukan sebuah aksi saat giliran pemain.
FIGHT : Menyerang lawan dengan senjata, mengakibatkan luka
ACT : Melakukan aksi seperti berbicara, memeriksa, dan melakukan tindakan untuk membantu bernegosiasi
ITEM : Membuka daftar item yang ada di tangan pemain
MERCY : Melarikan diri atau mengampuni lawan
Saat melakukan FIGHT atau ACT, pemain dapat memilih satu lawan untuk menjadi target dari tindakan tersebut. Setelah itu pemain dapat menentukan tindakan kita saat ACT dan menarget kekuatan serangan kita saat FIGHT. Di ACT, sebagian nama akan berwarna kuning, menandakan karakter dengan nama tersebut dapat di Spare (lebih jelasnya di bagian MERCY).

Saat memilih ITEM, pemain dapat memilih ITEM yang dimilikinya untuk digunakan. Setiap ITEM memiliki efek yang berbeda terhadap karakter (dan terkadang kondisi permainan secara keseluruhan).

Dan aksi terakhir adalah MERCY, yang memberi pemain pilihan Spare (mengampuni) dan Flee (melarikan diri). Saat memilih Spare, semua karakter berwarna kuning akan berubah menjadi keabuan dan tersingkir dari pertempuran. Jika Spare menghapuskan semua lawan, pertempuran akan berakhir. Flee memberikan kemungkinan untuk pemain melarikan diri dari pertempuran. Spare dan Flee tidak dapat dipilih jika sedang berhadapan dengan lawan tertentu.

Setelah melakukan sebuah aksi, permainan akan berganti menjadi giliran lawan. Pada fase ini, ada sebuah hati milik pemain yang dapat di kontrol dengan arrow keys untuk menghindari berbagai objek senjata yang diciptakan oleh lawan.

Saat terkena serangan, simbol hati akan berkedip dan bar kuning akan berisi merah sesuai rasio darah hilang/darah maksimal dalam persentase (maksimal persentase 100%) serta objek angka akan berubah dari z/y menjadi x/y dimana x adalah darah setelah serangan, y adalah darah maksimal dan z adalah darah sebelum serangan. Jika nilai angka mencapai 0 atau lebih kecil, maka permainan berakhir dan pemain dapat mengulang dari bintang terakhir yang disentuhnya.

Dalam cerita permainan, pemain akan melalui beberapa tempat, dimana pemain akan bertemu dengan berbagai orang dan tantangan untuk dapat terus melanjutkan perjalanannya keluar dari gunung. Permainan berakhir setelah mencapai tempat terakhir dan mengalahkan boss terakhir permainan diarea tersebut.

DOWNLOAD PDF DENGAN GAMBAR : DOWNLOAD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Preparing Anaconda with Tensorflow [ACTUALLY WORKED FOR ME 2024]

Make sure to follow this with perfect order: 1. conda create -n tf_gpu tensorflow-gpu 2. conda activate tf_gpu 3. pip install numpy==1.23.4 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 4. pip install tensorflow-gpu==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 5. pip install tensorflow==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] (You may skip the first two test, but it helps ensure your environment is set up right)   TRIVIA: - There's no 2.11 version of Tensorflow GPU on pip as shown below: ERROR: Could not find a version that satisfies the requirement tensorflow-gpu==2.11 (from versions: 2.5.0, 2.5.1, 2.5.2, 2.5.3, 2.6.0, 2.6.1, 2.6.2, 2.6.3, 2.6.4, 2.6.5, 2.7.0rc0, 2.7.0rc1, 2.7.0, 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3, 2.7.4, 2.8.0rc0, 2.8.0rc1, 2.8.0, 2.8.1, 2.8.2, 2.8.3, 2.8.4, 2.9.0rc0, 2.9.0rc1, 2.9.0rc2, 2.9.0, 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3, 2.10.0rc0, 2.10.0rc1, 2.10.0rc2, 2.10.0rc3, 2.1...

Prof Ashari, Tangan Dingin Sang Rektor Visioner

Tulisan ini dipersembahkan kepada Prof  Dr Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU,  AEng. yang merupakan rektor ke-12 ITS, periode 2019-2024. Seluruh tulisan ini berupa pandangan saya pribadi, sebagai ucapan terima kasih, meski disajikan seakan penuh kritikan pada bagian awalnya. Pertama saya mengenal nama ini, saya ingat dari salah satu dosen saya sewaktu saya masih menempuh sarjana. Saya lupa persis kapan, tetapi saya diperkenalkan tentang bagaimana visionernya Prof Ashari dan sedikit cuplikan peran beliau membangun Telkom University di Bandung. Ya, sebelum beliau dinobatkan sebagai rektor, saya berpikir bahwa 'apabila beliau jadi, sepertinya akan berpotensi revolusioner, atau bakal agak ekstrem dalam kebijakan'. Bagi saya, itu cukup menarik, tetapi ada ketakutan di benak saya dengan potensi ekstrem kebijakan beliau. Kala beliau dinobatkan sebagai rektor terpilih, Prof Ashari langsung bergerak cepat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat langkah beliau. Saya masih ingat, d...

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...