Langsung ke konten utama

Bagaimana Cara Menamatkan Bukumu dalam 20 Hari

How to Finish Your Goddamn Book in 20 Days

[Bagaimana Cara Menamatkan Bukumu dalam 20 Hari]

Bismillah.

Ini materi eksklusif ya, dengan menggunakan pengalaman pribadi. Kita berbicara bagaimana biar buku kita segera tamat dan gak berakhir jadi 1 dari ratusan buku yang MAAF GAK SELESAI, KEHABISAN IDE. MAAF GAK TAMAT, SIBUK. MAAF GAK BISA LANJUT, ADA ANU- intinya seribu satu buku yang tidak tuntas ceritanya.

Oke, bagaimana tamat 20 hari?

  1. Susun ide besar- ah tunggu, ini sudah pasti ada mulu tiap dikasih materi kepenulisan.

  2. TULIS.

Eh, gak ada nomor 3 4 dan seterusnya? Nope. Gak laku di materi ini. Ingat ya, tugas kita adalah menyusun ide besar/umum dari cerita kita, lalu LANGSUNG MENULISKANNYA.

Lah, bukannya nanti malah muncul:

  • Plot Hole

  • Bab Gak Rame

  • Ceritanya Gak Keren

  • Informasi yang Salah

  • TYPO

Apa lagi, ada yang kelewat? Oke, sudah kan ya?

Silahkan baca kata kunci dari materi eksklusif ini ya: MENAMATKAN. Bukan berarti begitu tamat ya sudah bubar grak, OH NONONONO. GAK BEGITU FERGUSO.

Trus gimana dong? Saya bingung QQ.

Sekarang, kita perjelas dulu misi kita. Misi kita apa? TAMATKAN CERITA.

Kalau begitu, maka fokus pada menamatkan ceritanya. Buang semua kecemasan kalian dan TERUS TULISKAN SAJA. LUPAKAN ORANG NGOMONG APA, BIARIN. YANG PENTING SELESAI DULU. Ada banyak waktu merenung kalau sudah tamat.



Kenapa mending begini? Sebenarnya kita itu suka mempertanyakan setiap ide yang kita miliki. Kalau kita bukan penulis dengan outline seperti saya, mempertanyakan ide akan MENGHAMBAT cerita kita sendiri. Beda kalau sudah jelas outline ya, itu mah cepat gaspoll gak mikir berat lagi.

Lanjut ya sekarang. Bagaimana biar bisa 20 hari kelar: TULIS SEKURANG-KURANGNYA 2 BAB SEHARI. SYUKUR KALAU BISA 7 BAB DALAM SATU HARI. Asumsi 1 bab 1000-2500 kata.

Bagaimana biar bisa rajin? TULISKAN SAJA APAPUN YANG TERLINTAS DI BENAK. JANGAN BANYAK PIKIR “BAKAL COCOK GAK”, TULIS AJA. NANTI AJA NGECEK ULANGNYA. GOL KITA ADALAH TAMAT.

Dengan cara ini, kita bisa mengurangi beban berpikir dan berfokus pada penyelesaian cerita. Ini adalah elemen “menamatkan” yang membuat kita berfokus pada satu tugas dulu.



Semangat lakukan setiap hari dengan rajin dan penuh keyakinan. Kalau perlu, masukkan musik favorit, siapkan ruang khusus menulis, alokasikan jam khusus, dan dedikasikan pada menulis saja.

SELAMAT BERUSAHA! 20 HARI SAJA UNTUK SATU BUKU BISA KOK!

KALAU SUDAH TAMAT, JANGAN LUPA BILANG “HEBAT KAMU BISA TAMAT” KE DIRIMU! KAMU LUAR BIASA SUDAH BISA MENAMATKAN CERITAMU KALA BANYAK ORANG GAGAL!



Lalu, bagaimana dengan tadi yang kita khawatirkan like:

  • Plot Hole

  • Bab Gak Rame

  • Ceritanya Gak Keren

  • Informasi yang Salah

  • TYPO

Yang ada dalam cerita? YA ITU GUNANYA REVISI!



Bagaimana dengan gak banyak yang baca? YA PROMOSI!



Kalau mau yang waras, saranku coba cari youtube Shireishou dengan judul video “Menamatkan Novel dalam 30 Hari” atau sekitar itu judulnya. Itu lebih waras dan masuk akal daripada ini wkwkwkwk.

Sekian materi eksklusif kurang waras ala Daffa. Selamat mencoba ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Preparing Anaconda with Tensorflow [ACTUALLY WORKED FOR ME 2024]

Make sure to follow this with perfect order: 1. conda create -n tf_gpu tensorflow-gpu 2. conda activate tf_gpu 3. pip install numpy==1.23.4 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 4. pip install tensorflow-gpu==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] 5. pip install tensorflow==2.10 [EXECUTE GPU TEST CODE] ==> CODE MUST RETURN GPU NUMBER > 0 [#CONFIRMED] (You may skip the first two test, but it helps ensure your environment is set up right)   TRIVIA: - There's no 2.11 version of Tensorflow GPU on pip as shown below: ERROR: Could not find a version that satisfies the requirement tensorflow-gpu==2.11 (from versions: 2.5.0, 2.5.1, 2.5.2, 2.5.3, 2.6.0, 2.6.1, 2.6.2, 2.6.3, 2.6.4, 2.6.5, 2.7.0rc0, 2.7.0rc1, 2.7.0, 2.7.1, 2.7.2, 2.7.3, 2.7.4, 2.8.0rc0, 2.8.0rc1, 2.8.0, 2.8.1, 2.8.2, 2.8.3, 2.8.4, 2.9.0rc0, 2.9.0rc1, 2.9.0rc2, 2.9.0, 2.9.1, 2.9.2, 2.9.3, 2.10.0rc0, 2.10.0rc1, 2.10.0rc2, 2.10.0rc3, 2.1...

Prof Ashari, Tangan Dingin Sang Rektor Visioner

Tulisan ini dipersembahkan kepada Prof  Dr Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU,  AEng. yang merupakan rektor ke-12 ITS, periode 2019-2024. Seluruh tulisan ini berupa pandangan saya pribadi, sebagai ucapan terima kasih, meski disajikan seakan penuh kritikan pada bagian awalnya. Pertama saya mengenal nama ini, saya ingat dari salah satu dosen saya sewaktu saya masih menempuh sarjana. Saya lupa persis kapan, tetapi saya diperkenalkan tentang bagaimana visionernya Prof Ashari dan sedikit cuplikan peran beliau membangun Telkom University di Bandung. Ya, sebelum beliau dinobatkan sebagai rektor, saya berpikir bahwa 'apabila beliau jadi, sepertinya akan berpotensi revolusioner, atau bakal agak ekstrem dalam kebijakan'. Bagi saya, itu cukup menarik, tetapi ada ketakutan di benak saya dengan potensi ekstrem kebijakan beliau. Kala beliau dinobatkan sebagai rektor terpilih, Prof Ashari langsung bergerak cepat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat langkah beliau. Saya masih ingat, d...

Kenapa Sekarang?

Years ago, I seek it. Dulu, aku berjuang untuk bisa melewati batas teman, trying to be someone that you consider as dearest. Yes, that's back then. As I said, had it been years ago, I would have straight out say YES out of sheer dumbness, or tenacity, or both. Tabun. I used to be full of desire to get you to acknowledge me, then. Sungguh lucu sekali, I would circumvent and try to just get any chance to meet with you. Aku menginginkan lebih, dulu. But no, it has always been someone else. Someone else get to be your priority, your attention. Berharap lebih adalah kesalahanku, dan aku selalu menganggapnya demikian. Why chase over the skies you cannot reach? I almost burned the entire bridge, truly. Only one more step and I know the entire relationship will turn into nothing more than smoldering ashes in the seas of lost time. You know, had you not talk to me within the short time of me settling my almost 9-years long illusion, perhaps the bridge had been burned completely, as I had wi...